Tekan Stunting di Papua: Perkawinan Dini Mendesak Dicegah

Admin_faktapapua/ Juni 17, 2025/ Berita

Stunting masih menjadi isu kesehatan serius di Indonesia, dan wilayah Papua serta Papua Barat menghadapi tantangan besar dalam upaya Tekan Stunting. Data menunjukkan peningkatan prevalensi stunting yang mengkhawatirkan di kedua provinsi tersebut. Salah satu faktor utama yang disoroti adalah masih tingginya angka perkawinan usia muda, sebuah praktik yang secara langsung berkorelasi dengan risiko stunting pada anak yang dilahirkan. Oleh karena itu, Tekan Stunting di Tanah Papua menjadi agenda mendesak yang memerlukan pendekatan multidimensional.

Menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting di Papua dan Papua Barat menunjukkan tren peningkatan yang perlu menjadi perhatian serius. Hal ini mendorong berbagai pihak, termasuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), untuk terus menggalakkan program percepatan Tekan Stunting. Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, dalam sebuah pernyataan pada 29 September 2023, secara khusus menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah dan komunitas dalam menekan angka perkawinan usia muda.

Beberapa daerah di Papua dan Papua Barat, seperti Tolikara, Asmat, dan Mappi, tercatat memiliki angka perkawinan usia muda yang sangat tinggi. Praktik ini berisiko karena calon ibu yang terlalu muda seringkali belum siap secara fisik dan mental untuk hamil dan melahirkan. Kondisi gizi calon ibu yang belum optimal pada usia muda dapat berdampak langsung pada tumbuh kembang janin dan bayi yang dilahirkan, meningkatkan risiko stunting. Selain itu, pengetahuan tentang gizi dan pola asuh yang benar juga cenderung lebih rendah pada pasangan usia muda.

Upaya Tekan Stunting di wilayah ini juga melibatkan peran aktif Tim Pendamping Keluarga (TPK). TPK bertugas memberikan edukasi dan pendampingan kepada calon pengantin dan pasangan muda, termasuk advokasi untuk menunda perkawinan dini. Pentingnya pencatatan calon pengantin dalam aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil) juga ditekankan untuk memantau kondisi kesehatan dan gizi calon pengantin sebelum menikah.

Selain itu, program-program lain seperti pengaturan jarak kelahiran yang ideal, edukasi mengenai Keluarga Berencana, dan promosi pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif juga menjadi bagian integral dari strategi Tekan Stunting. Dengan pendekatan yang komprehensif, melibatkan berbagai pihak dari pemerintah hingga masyarakat adat, diharapkan prevalensi stunting di Papua dan Papua Barat dapat ditekan secara signifikan, memastikan generasi mendatang tumbuh kembang dengan optimal.

Share this Post