Prajurit Pelayanan: Kisah Inspiratif Tentara Beri Pangkas Rambut Cuma-cuma untuk Bocah Papua

Admin_faktapapua/ Juni 12, 2025/ Berita

Di pedalaman Papua, di tengah tantangan geografis dan keterbatasan akses, hadir kisah inspiratif dari para prajurit TNI yang menunjukkan sisi kemanusiaan yang mendalam. Mereka bukan hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga menjadi Prajurit Pelayanan bagi masyarakat, khususnya anak-anak. Artikel ini akan mengulas dedikasi seorang prajurit yang dengan tulus memberikan jasa pangkas rambut cuma-cuma untuk bocah-bocah Papua, membawa senyum di wajah mereka.

Kisah menyentuh ini datang dari Prada Lukas, seorang anggota Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 721/Makkasau, yang bertugas di sebuah pos terpencil di Kabupaten Keerom, Papua. Sejak penempatannya pada awal tahun 2025, Prada Lukas melihat bahwa banyak anak-anak di kampung sekitar pos memiliki rambut panjang dan tidak terawat, sebagian karena sulitnya akses ke tukang pangkas rambut atau keterbatasan biaya. Tergerak hatinya, Prada Lukas, yang memiliki sedikit keahlian memangkas rambut dari sebelum bertugas, memutuskan untuk menjadi Prajurit Pelayanan bagi mereka. “Melihat anak-anak ini tersenyum setelah dipangkas rapi, rasanya semua lelah hilang,” tutur Prada Lukas saat ditemui di Pos Koya Barat pada Kamis, 8 Mei 2025, pukul 10.00 WIT.

Setiap minggunya, biasanya pada hari Minggu setelah ibadah, Prada Lukas membuka ‘layanan pangkas rambut’ dadakan di halaman pos atau di bawah pohon rindang. Dengan gunting dan sisir sederhana, ia dengan sabar memangkas rambut satu per satu bocah-bocah yang datang dengan antusias. Anak-anak yang awalnya malu-malu, kini berebut giliran untuk dirapikan rambutnya. Aktivitas ini bukan hanya tentang pangkas rambut, tetapi juga momen interaksi yang hangat antara prajurit dan anak-anak. Mereka seringkali dijamu dengan permen atau biskuit sederhana setelah selesai, menambah keceriaan suasana. Pada Minggu, 11 Mei 2025, Prada Lukas berhasil memangkas rambut sekitar 30 anak dari Kampung Arso Kota dan sekitarnya.

Inisiatif Prajurit Pelayanan seperti yang dilakukan Prada Lukas ini memiliki dampak yang jauh lebih besar dari sekadar estetika. Rambut yang rapi membuat anak-anak lebih nyaman, terhindar dari kutu, dan meningkatkan rasa percaya diri mereka saat bersekolah. Ini juga menjadi jembatan diplomasi sosial yang efektif, memperkuat hubungan baik antara TNI dan masyarakat adat Papua, menepis stigma dan membangun kepercayaan.

Kisah Prajurit Pelayanan ini adalah contoh nyata bagaimana kehadiran TNI di daerah perbatasan tidak hanya terbatas pada tugas menjaga kedaulatan, tetapi juga meluas pada misi kemanusiaan dan sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Dedikasi tulus Prada Lukas, meski dalam tindakan sederhana, telah membawa senyum dan harapan bagi bocah-bocah Papua, menegaskan bahwa kepedulian adalah bahasa universal yang mampu menjangkau setiap pelosok negeri. Kegiatan serupa diharapkan dapat terus didukung dan direplikasi oleh satuan TNI lainnya yang bertugas di daerah terpencil.

Share this Post