Penemuan Jasad Seorang Aktivis Wanita Diduga Dibunuh KKB

Admin_faktapapua/ Mei 26, 2025/ Berita

Dunia kemanusiaan kembali berduka dengan kabar tragis mengenai penemuan jasad seorang aktivis wanita dibunuh secara keji, yang diduga kuat menjadi korban kekejaman Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah pegunungan Papua. Peristiwa ini menjadi sorotan serius dan menambah panjang daftar kekerasan yang terus terjadi di daerah konflik, mengancam keselamatan para pekerja kemanusiaan dan masyarakat sipil.

Baca Juga: Aksi Pembakaran Gedung SMK Dogiyai, Dipicu Guru Mangkir

Jasad aktivis wanita dibunuh tersebut, yang diidentifikasi sebagai Ibu Kartika Dewi (48 tahun), ditemukan pada hari Jumat, 23 Mei 2025, sekitar pukul 09.00 WIT, oleh tim gabungan TNI dan Polri dalam operasi penyisiran di sebuah area terpencil dekat Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Ibu Kartika Dewi adalah seorang koordinator program dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berfokus pada pendidikan dan pemberdayaan perempuan di daerah pedalaman. Beliau dilaporkan hilang sejak tiga hari sebelumnya setelah kunjungan ke salah satu desa binaan.

Menurut keterangan Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Rudy Hermawan, dari hasil pemeriksaan awal di lokasi penemuan, terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Dugaan kuat mengarah pada keterlibatan KKB karena modus operandi dan lokasi penemuan yang merupakan area rawan. Kami akan melakukan otopsi untuk memastikan penyebab kematian dan mengumpulkan bukti-bukti lebih lanjut,” jelas Brigjen Pol. Rudy dalam konferensi pers yang diadakan pada hari Sabtu, 24 Mei 2025, di Jayapura. Insiden aktivis wanita dibunuh ini menjadi prioritas penanganan aparat keamanan.

Pihak keamanan menyatakan akan menindak tegas para pelaku dan tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan, terutama terhadap warga sipil dan pekerja kemanusiaan. Operasi pengejaran terhadap kelompok KKB yang diduga terlibat dalam insiden ini terus dilakukan secara intensif. Kejadian ini juga memicu kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk organisasi HAM nasional dan internasional, yang menyerukan perlindungan lebih bagi para aktivis dan masyarakat di daerah konflik. Kasus penemuan jasad aktivis wanita dibunuh ini merupakan pengingat pahit akan harga mahal dari konflik bersenjata, dan pentingnya upaya berkelanjutan untuk menciptakan perdamaian dan keamanan di Papua.

Share this Post