Budidaya Tuna Lestari: Komitmen KKP Jaga Kelestarian Laut Papua
Jakarta, 23 Juni 2025 – Pengembangan sektor perikanan di Indonesia terus digenjot, termasuk melalui budidaya ikan tuna. Namun, di tengah ambisi tersebut, komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan menjadi prioritas utama. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan bahwa proyek budidaya tuna lestari di Biak, Papua, akan dilaksanakan dengan memperhatikan penuh kelestarian ekosistem laut. Inilah inti dari upaya budidaya tuna lestari: memastikan pertumbuhan ekonomi tanpa mengorbankan kekayaan alam bahari Indonesia.
KKP memberikan jaminan bahwa proses budidaya tuna lestari ini tidak akan merusak lingkungan sekitar. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb Haeru Rahayu, pada 20 Desember 2024, secara eksplisit menyatakan bahwa proyek di Biak ini akan menerapkan standar operasional yang ketat untuk mencegah dampak negatif terhadap ekosistem. Ini mencakup pemilihan lokasi yang tepat, penggunaan teknologi ramah lingkungan, serta pengelolaan limbah yang bertanggung jawab. Kawasan perairan Biak dipilih karena karakteristiknya yang mendukung untuk budidaya tuna, namun sekaligus memiliki keanekaragaman hayati laut yang tinggi.
Salah satu fokus utama dalam menjalankan budidaya tuna lestari ini adalah penerapan sistem budidaya yang meminimalkan pencemaran air. KKP akan memastikan penggunaan pakan ikan yang efisien dan berkualitas tinggi untuk mengurangi sisa pakan yang tidak termakan dan berpotensi mencemari perairan. Selain itu, pemantauan kualitas air secara berkala akan dilakukan oleh tim gabungan dari KKP dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Biak Numfor, dengan hasil laporan yang akan dipublikasikan setiap tiga bulan sekali. Hal ini dilakukan untuk menjaga agar tidak ada penumpukan limbah organik yang dapat mengganggu kehidupan biota laut lainnya seperti terumbu karang dan spesies ikan non-tuna.
Komitmen KKP ini juga sejalan dengan agenda nasional untuk mengembangkan ekonomi biru yang berkelanjutan, di mana pemanfaatan sumber daya laut dilakukan dengan tetap menjaga kelestariannya. Proyek budidaya tuna lestari di Biak diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi pengembangan perikanan budidaya lainnya di Indonesia. Dengan demikian, produksi tuna nasional dapat meningkat, memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor, tanpa mengancam keberlanjutan lingkungan dan keseimbangan ekosistem laut Papua yang kaya.
